
Ketahanan pangan menuju tahun 2050
Mengupayakan pangan yang tetap tersedia, dapat diakses, dan terjangkau.
Mother Nature Ministries ingin berkontribusi terhadap ketahanan pangan dengan berfokus pada lahan subur, produksi pangan yang bertanggung jawab, dan kerja sama. Ambisi kami adalah untuk menghubungkan pengetahuan dan praktik dalam inisiatif yang dapat diteliti dan ditingkatkan secara lokal.
Apa yang dimaksud dengan ketahanan pangan?
Menurut kerangka FAO, hal ini menyangkut kecukupan pangan, akses terhadap pangan, penggunaan yang aman dan bergizi serta stabilitas dari waktu ke waktu. [7] Panen yang lebih besar saja tidak menyelesaikan setiap kendala. MNM juga ingin melihat biaya, distribusi dan kemungkinan peserta proyek.
Apa yang diharapkan para peneliti menjelang tahun 2050?
Van Dijk dan rekannya menggabungkan 57 studi skenario global. Mereka menemukan perkiraan pertumbuhan total permintaan pangan sebesar 35-56% antara tahun 2010 dan 2050; dengan perubahan iklim dalam skenario, bandwidthnya adalah 30-62%. [1] Ini adalah perbandingan dengan tahun 2010, bukan peningkatan yang diperkirakan dibandingkan saat ini. Hasilnya bergantung pada skenario masa depan yang diperiksa.
Mengapa tanah dan iklim penting
Analisis global menghubungkan kesehatan tanah dengan perbedaan produksi tanaman dan pemanfaatan nitrogen. [3] Sebuah studi terpisah yang menggabungkan empat metode penelitian menemukan rata-rata dampak negatif pemanasan terhadap tanaman utama, dengan perbedaan regional yang besar dan asumsi spesifik mengenai adaptasi. [8] Hal ini membuat penilaian lokal menjadi penting.
Kontribusi manakah yang ingin diselidiki MNM
MNM ingin mendirikan lokasi uji coba untuk restorasi tanah, budidaya pangan dan agroforestri: menggabungkan pepohonan atau semak belukar dengan pertanian. Hutan pangan dapat menjadi bagian dari eksplorasi tersebut. Kami ingin melacak panen, tanah, air, keanekaragaman hayati, tenaga kerja, dan biaya. Dengan cara ini, kami menyelidiki pendekatan mana yang dapat mendukung produksi dan aksesibilitas pangan dalam kondisi lokal.
Alasan yang kuat untuk memulai
Studi-studi ini tidak memberikan tanggal pasti kapan makanan akan habis di seluruh dunia. [1] [3] [4] [8] Bagi MNM, hal ini adalah alasan untuk mengembangkan pengetahuan, kolaborasi, dan proyek percontohan. Hasil dari inisiatif MNM kemudian harus didemonstrasikan di lokasinya sendiri; temuan penelitian umum tidak dapat menggantikan hal ini.
